WAWASAN WIYATA MANDALA

  1. Wawasan : Suatu pandangan atau sikap yang mendalam terhadap suatu hakikat. Wiyata : Pendidikan Mandala : Tempat atau lingkungan. Wawasan Wiyata mandala adalah sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan. Unsur-unsur wiyata mandala:
  2. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan
  3. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas    penyelenggaraan pendidikan dalam lingkungan sekolah.
  4. Antara guru dan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama erat untuk mengemban tugas pendidikan (hubungan yang serasi)
  5. Warga sekolah di dalam maupun di luar sekolah harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru.
  6. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya dan mendukung antarwarga.
  • SEKOLAH DAN FUNGSINYA

Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan PBM, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal tempat berlangsungnya PBM untuk membina dan mengembangkan:

  1. Ilmu pengetahuan dan teknologi
  2. Pandangan hidup/kepribadian
  3. Hubungan antara manusia dengan lingkungan atau manusia dengan Tuhannya
  4. Kemampuan berkarya.  
  • FUNGSI SEKOLAH

Fungsi sekolah adalah sebagai tempat masyarakat belajar karena memiliki aturan/tata tertib kehidupan yang mengatur hubungan antara guru, pengelola pendidikan siswa dalam PBM untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dlam suasana yang dinamis.

  • CIRI-CIRI SEKOLAH SEBAGAI MASYARALAT BELAJAr

Ciri-ciri sekolah sebagai masyarakat belajar adalah :

  1. Ada guru dan siswa, timbulnya PBM yang tertib
  2. Tercapainya masyarakat yang sadar, mau belajar dan bekerja keras.
  3. Terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya.
  • PRINSIP SEKOLAH

Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik. Sekolah tidak boleh hidup menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat sekolah itu berada. Sekolah juga menjadi suri teladan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan pertentangan. Untuk itu sekolah memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Sekolah sebagai wadah/lembaga yang memberikan bekal hidup. Dalam hal ini sekolah seharusnya bukan hanya sekedar lembaga yang mencetak para intelektual muda namun lebih dari itu sekolah harus menjadi rumah kedua yang memberikan pelayanan dan pengalaman tentang hidup, mulai dari berorganisasi, bermasyarakat (bersosialisasi), pendidikan lingkungan hidup (PLH) atau bahkan pengalaman hidup yang sesungguhnya.
  2. Sekolah sebagai institusi tempat peserta didik belajar dibawah bimbingan pendidik. Bimbingan lebih dari sekedar pengajaran. Dalam bimbingan peran pendidik berubah dari seorang pendidik menjadi seorang orangtua bahkan menjadi seorang kakak.
  3. Sekolah sebagai lembaga dengan pelayanan yang adil/merata bagi stakeholdernya. Hal tersebut bisa berupa pemerataan kesempatan mendapatkan transfer of knowledge, maupun transfer of experience, dengan tanpa membedakan baik dari segi kemampuan ekonomi, kemampuan intelegensia, dan juga kemampuan fisik (gagasan sekolah inklusi).
  4. Sekolah sebagai lembaga pengembangan bakat dan minat siswa. Prinsip ini sejalan dengan teori multiple intelligence (Howard Gardner) yang memandang bahwa kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya yang perlu diperhatikan oleh lembaga pendidikan, terutama sekolah. Kemampuan bersosialisasi, kemampuan kinestik, kemampuan seni dan kemampuan-kemampuan lainnya juga perlu diperhatikan secara seimbang.
  5. Sekolah sebagai lembaga pembinaan potensi di luar intelegensi. Peningkatan kemampuan intelektual, emosional maupun kemampuan-kemampuan lainnya mendapat perhatian yang seimbang.
  6. Sekolah harus memberikan perhatian serius untuk mengembangkan kemampuan emosional dan sosial, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, dan lain-lain.
  7. Sekolah sebagai wahana pengembangan sikap dan watak. Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah.
  8. Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri. Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri. Dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah. Lebih dari itu peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya.
  9. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat belajar (learning society). Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik, namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
  • PENGGUNAAN SEKOLAH

Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan yang diperuntukan sebagai tempat proses kegiatan belajar mengajar, tidak diperbolehkan dijadikan sebagai tempat :

  1. . Ajang promosi /penjualan produk-produk perniagaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan.
  2. Sekolah merupakan lingkungan bebas rokok bagi semua pihak.
  3. Penyebaran aliran sesat atau penyebarluasan aliran agama tertentu yang bertentangan dengan undang-undang.
  4. Propaganda politik/kampanye.
  5. Shooting film dan atau sinetron tanpa seijin Pemerintah Daerah.
  6. . Kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan, perpecahan, dan perselisihan, sehingga menjadikan suasana sekolah tidak kondusif.
  • PENATAAN WIYATA MANDALA DALAM UPAYA KETAHANAN SEKOLAH
  • Ketahanan sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif.
  • Untuk menjadikan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya, perlu dilakukan penataan Wiyata Mandala di sekolah melalui langkah-langkah :
  • Meningkatkan koordinasi dan konsolidasai sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
  •  Melaksanakan tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.
  • Melakukan koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk terselenggaranya ketahanan sekolah.
  • Mengadakan penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah
  • Mengadakan penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa.
  • Pembinaan dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian sopan santun dan berdisiplin.
  • Pengembangan logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/ informasi/penemuan para ahli.
  • Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
  • Mengadakan karya wisata dalam rangka pengembangan iptek.
  • TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH DALAM HAL PELAKSANAAN WIYATA MANDALA

Kepala Sekolah sebagai pimpinan utama, bertugas dan bertanggung jawab memimpin penyelenggaraan belajar mengajar serta membina pendidik dan tenaga kependidikan serta membina hubungan kerja sama dan peran serta masyarakat. Kepala Sekolah dalam melaksanakan penataan Wiyata Mandala di sekolah, dengan melakukan kegiatan-kegiatan :

  1.  Melaksanakan program-program yang telah disusun bersama Komite Sekolah.
  2.  Menyelenggarakan musyawarah sekolah yang melibatkan pendidik, OSIS, Komite Sekolah, tokoh masyarakat serta pihak keamanan setempat.
  3. Menertibkan lingkungan sekolah baik yang berbentuk perangkat keras (sarana prasarana) dan perangkat lunak (peraturan-peraturan, tata tertib, tata upacara dan lain lain).
  4. Mengadakan pertemuan baik rutin maupun insidentil yang bersifat intern sekolah (kepala sekolah, pendidik, orangtua siswa, siswa).
  5. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat menunjang ketahanan sekolah seperti PKS, Pramuka, PMR, Paskibraka, kesenian dan sebagainya.
  1. MEKANISME DALAM PELAKSANAAN WIYATA MANDALA

Dalam rangka pelaksanaan Wiyata Mandala perlu upaya penang-gulangan secara dini setiap permasalahan yang timbul sehingga dapat menghilangkan dampak negatifnya, yaitu dilaksanakan secara terpadu, bertahap dan berlanjut sebagai berikut :

  1. Tahap Preventif Upaya untuk meniadakan peluang-peluang yang dapat memungkinkan terjadinya kasus-kasus negatif di sekolah, melalui antara lain :
  2. Memelihara sekolah, dan lingkungan sekolah serta menciptakan kebersihan dan ketertiban agar siswa merasa nyaman dan menyenangkan dan tidak ada tempat tertentu yang dijadikan siswa untuk hal-hal negatif.
  3. Menciptakan suasana yang harmonis antara pihak pendidik/staf dan siswa serta penduduk di sekitar sekolah.
  4. Membentuk jaring-jaring pengawasan/kontrol dan razia terhadap kegiatan siswa di lingkungan sekolah.
  5. Menghilangkan bentuk-bentuk perpeloncoan pada saat MOS.
  6.  Meminimalisir keterlibatan kelompok maupun perorangan dalam kegiatan sekolah.
  7. Mengisi jam-jam kosong dengan pelajaran atau kegiatan ekstra lainnya.
  8. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler pada masa awal/akhir semester dan masa liburan sekolah.
  9. Peningkatan keamanan dan ketertiban khususnya pada saat berangkat/ usai sekolah.
  10. Tahap Represif Upaya untuk menindak siswa yang telah melanggar peraturan-peraturan dan tata tertib sekolah. Upaya Represif seperti :
  11. Mendamaikan para pihak yang terlibat perselisihan berikut orangtua/pendidik pembinanya.
  12. Membatasi areal tempat terjadinya aksi.
  13. Menetralisir isu-isu yang berkembang dan mencegah timbulnya isu-isu baru.
  14. Berkoordinasi dengan pihak keamanan apabila terdapat pihak luar sekolah yang melanggar keamanan, ketertiban dan perbuatan kriminalitas di lingkungan sekolah.
  15.  Mengungkap lebih lanjut keterlibatan pihak luar sekolah atas kasus yang timbul dan menyelesaikan secara hukum.
  16. Mengikutsertakan para ahli untuk mengadakan bimbingan dan penyuluhan.
  17. Memberikan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.

Tugas Wawasa Wiyata Mandala

  1. Jelaskan pengertian wawasan wiyata mandala!
  2. Jelaskan fungsi dari sekolah!
  3. Selain untuk mengembangkan intelegensi siswa, sekolah juga merupakan tempat untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Jelaskan prinsip yang mendasarinya!
  4. Sekolah merupakan lembaga pendidikan, temapat proses belajar mengajar berlangsung, oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan fungsi sekolah tersebut dilarang dilakukan di sekolah. Kegiatan apa sajakah yang di larang dilakukan di sekolah?

VISI DAN MISI SMP NEGERI 1 PAGAK

  1. PENGERTIAN VISI

Pengertian visi dan misi beserta perbedaannya – Apa itu visi dan misi? apa perbedaan antara visi dan misi? untuk memahaminya kamu dapat membaca artikelnya di bawah ini.

A. Penjelasan tentang Visi & Misi

Visi adalah pandangan jauh tentang suatu perusahaan ataupun lembaga dan lain-lain, visi juga dapat di artikan sebagai tujuan perusahaan atau lembaga dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa yang akan datang atau masa depan. Visi tidak dapat dituliskan secara lebih jelas karena menerangkan mengenai detail gambaran sistem yang di tujunya, ini disebabkan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang.

Di bawah ini beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi, diantaranya meliputi:

  • Berorientasi ke depan.
  • Tidak dibuat berdasarkan kondisi pada saat ini.
  • Mengekspresikan kreatifitas.
  • Berdasar pada prinsip nilai-nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.

Misi adalah suatu pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan atau lembaga dalam usaha mewujudkan Visi tersebut. Misi perusahaan di artikan sebagai tujuan dan alasan mengapa perusahaan atau lembaga itu dibuat. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan-batasan proses pencapaian tujuan.

 Lalu di bawah ini adalah Perbedaan visi dan misi

Visi itu ‘What be believe we can be‘, yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti perusahaan, organisasi ataupun suatu lembaga. Menentukan visi berarti juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih. Sedengkan Misi yaitu ‘What be believe we can do‘, misi adalah apa saja yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi tadi. Seperti yang sudah di jelaskan tadi Misi merupakan langkah, cara ataupun strategi apa untuk mencapai Visi.

Dapat disimpulkan dari pernyataan di atas perbedaan antara visi dan misi adalah Visi gambaran dan tujuan suatu lembaga atau perusahaan di masa depan sedangkan Misi adalah cara untuk mencapai tujuan itu.

Kadangkala Misi perlu dirubah sedemikian rupa jika Visi belum juga tercapai. Jadi bukan visinya yang diubah hanya cara atau strategi untuk mencapai tujuannya saja yang diubah. Apabila Visi berubah-ubah maka akan terkesan tidak konsisten gambaran atau tujuan masa depan tentang perusahaan,lembaga maupun organisasi tersebut.

Itulah secara singkat materi mengenai pengertian visi dan misi serta perbedaannya, terimakasih banyak telah membaca postingan ini semoga dapat bermanfaat. Dan jangan lupa untuk menshare kepada teman kamu.

Lebih jelasnya

VISI artinya gambaran dan tujuan suatu lembaga atau perusahaan dimasa depan.

MISI adalah cara untuk mencapai tujuan kadangkalah misi perlu dirubah jika belu tercapai

SMP NEGERI 1 PAGAK juga suatu Lembaga maka mempunyai visi dan misi dibawah ini visi dan misi SMP NEGERI 1 PAGAK

LEMBAR KERJA

JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI!

1.Apa yang dimaksud pengertian dinamis ?

2. Apa yang dimaksud pengertian kondusif?

3. Prestasi apa yang kamu inginkan.

4.Sebtkan karakter yang baik dalam pembelajaran

5. Apa yang dimaksud berwawasan lingkungan

Keterangan dikumpulkan di lembaran pada saat masuk

Cara Belajar Efektif

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dan untuk mencapai belajar yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini adalah tips-tips belajar yang baik dan benar :


1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan

Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.

Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.

Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.

Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

12. Kerjakan PR

Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan

Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain

Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai

Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi

Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik

Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman

Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh

Kalau belajar tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu tentang makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh sebab itu, belajar yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif

Jikalau kita belajar, tidak mungkin kalau kita lakukan di tengah jalan raya? Ataupun ketika kita sedang makan. Cara yang paling efektif untuk belajar adalah mencari tempat yang nyaman dan tidak terlalu banyak gangguan agar kita bisa lebih konsentrasi.

21. Hindari Sikap Tidak Jujur

Sekarang ini banyak siswa membuat catatan untuk mencontek saat ada ulangan atau ujian. Dengan belajar dengan jadwal yang teratur seorang murid akan selalu siap jika ada ulangan dadakan dan tidak perlu mencontek.

22. Metode Imitasi

Proses belajar bisa berjalan dengan sempurna melalui metode imitasi atau meniru. Metode ini di realisasikan ketika seorang meniru orang lain atau gurunya, metode ini sering di gunakan anak kecil untuk melafal kata bahasa dari orang tuanya, Begitu juga jika ia meniru berbagai perilaku,etika dan tradisi

23. Trial and Error

Manusia juga belajar dari eksperimen pribadi.dia akan berusaha secara mandiri untuk memecahkan masalah yang di hadapi.terkadang beberapa kali dia melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah, namun dia juga beberapa kali mencoba untuk melakuakan kembali. Sampai pada akhirnya dia mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan benar.

24. Conditioning

Manusia bisa belajar dengan pengkondisian. Seseorang di katakan belajar dengan pengkondisian jika ada stimulun dari indrawi yang merangsangnya. Ketika itulah seseorang menanggapi stimulus tersebut. Tanggapan yang ia berikan ialah suatu respon yang juga di barengkan dengan stimulus netral. Kemudian respon menyertai stimulus netral itu akan di ulang beberapa kali.

Setelah di lakukan pengulangan beberapa kali, kita akan menjumpai bahwa stimulus netrsl bisa memberikan respon dengan sendirinya sekalipun stimulus indrawi sudah tidak ada lagi.contoh klasi yang dilakukan psikolog Rusia Ivan pavlov dalam experimennya yang cukup masyur. Dia membunyikan lonceng (stimulus netral) pada waktu dia meletakkan sedikit makanan di mulut anjing (indrawi).biasanya, jika makanan itu di letakkan di deapn mulut anjing maka anjing tersebut akan meneteskan air liur (respon).dengan demikian air liur berbarengan dengan bunyi lonceng.

Ketika hal ini di ulangi beberapa kali, maka peneliti mencoba untuk membunyikan lonceng tanpa meletakkan makanan pada mulut anjing tersebut. Maka hasilnya anjing tersebut tetap meneteskan air liur ketika ia mendengar suara lonceng, sebuah respon baru yang belum pernah dialami oleh anjing. Sekarang anjing tersebut merespon bunyi lonceng dengan meneteskan air liurnya.padahal sebelum di lakukan eksperimen anjing tersebut tidak meneteskan air liur kalau hanya mendengar bunyi lonceng.

25. Metode Berpikir

Proses belajar juga bisa berjalan sempurna dengan melalui metode berpikir, dengan metode ini seseorang sering kali mampu menyelesaikan masalah hidupnya, dia akan memilki kesamaan dan apa saja yang tidak memiliki kemiripan. Dengan demikian dia akan bisa menarik kesimpulan, dengan pilihan tersebut. Maka pada kuncinya berilah anak-anak kita pertanyaan yang menurut dia mudah, dengan demikian anak tersebut akan selalu belajar dan berpikir.

26. Mulailah Dari yang “Kecil”

Mulailah belajar dari topik yang paling anda kuasai / gampang. Setelah itu barulah dilanjutkan dengan topik yang lebih “menantang”. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak langsung down dan putus asa jika mengerjakan soal-soal sulit terlebih dahulu.

27. Sering-seringlah “Practice

Latihan dan latihan itulah kunci untuk mahir dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak anda mengerjakan dan memahami soal semakin terbiasa pula anda dalam mengerjakannya.

28. Fokus

Ketika belajar, kita dituntut untuk serius. Jangan setengah hati. Karena pikiran kita tidak dapat melakukan / memikirkan beberapa kegiatan / hal dalam satu waktu.

29. Mohon Bimbingan-NYA

Jangan lupa banyak-banyak berdoa. Karena selain dari nilai religi-nya, hal tersebut dapat membuat kita lebih fokus ketika belajar dan dapat membuat pikiran kita lebih tenang.

30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan

Jika kita hanya menggunakan 1 buku sebagai bahan patokan untuk belajar. Apapun hasil yang kita dapat belum tentu maksimal. Untuk itulah, cobalah untuk mencari-cari hal yang terkait kita pelajari dengan menggunakan Sumber dan Media yang sudah ada. Kita bisa mencarinya dengan menggunakan Internet, Koran, Buku lain, Majalah, dan lain-lain. Tentu kita juga tidak mau ilmu yang kita dapat hanya segitu saja karena hanya mempunyai 1 buku atau sumber yang tidak lengkap. Untuk itulah, Sumber dan Media hanyalah sebagai pelengkap dalam belajar yang baik dan benar.

LEMBAR KERJA (LK) BELAJAR EFEKTIF

NO SOAL JAWABAN
1 Apakah pengertian dari belajar efektif  
2 Jelaskan manfaat dari belajar kelompok  
3 Mengapa dalam proses belajar mengajar kita perlu aktif bertanya dan ditanya?  
4 Mengapa belajar secara berebihan malah tidak efektif?  

TATA TERTIB SISWA SMP NEGERI 1 PAGAK

  1. HAK SISWA

Setiap siswa SMP Negeri 1 Pagak berhak mendapatkan pelayanan administrasi dan pembelajaran dari sekolah.

  • KEWAJIBAN SISWA

Setiap siswa SMP Negeri 1 Pagak berkwajiban mentaati setiap peraturan yang menjadi ketentuan sekolah.

  • PERATURAN SEKOLAH
  • Membawa buku dan peralatan belajar sesuai jadwal pelajaran yang berlaku
  • Mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal
  • Mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru
  • Mengikuti upacara bendera sesuai ketentuan sekolah
  • Menggunakan seragam sesuai dengan ketentuan sekolah
  • Berperilaku sopan kepada setiap warga sekolah
  • Datang ke sekolah tepat waktu sesuai ketentuan sekolah (tidak terlambat)
  • Masuk sekolah sesuai ketentuan sekolah
  • Tidak keluar lingkungan sekolah saat istirahat tanpa izin
  • Tidak pulang sebelum waktunya / meninggalkan sekolah tanpa izin
  • Berpenampilan baik (berseragam lengkap dan rapi, rambut dipotong rapi, kuku tidak panjang, tidak bertato, tidak bertindik bagi laki-laki, tidak bermake up berlebihan bagi perempuan, tidak memakai perhiasan).
  • Tidak melakukan kegiatan yang merugikan siswa lain
  • Tidak membuat gaduh / mengganggu ketenangan kegiatan belajar mengajar
  • Tidak mencoret-coret / merusak sarana dan prasarana sekolah (meja, kursi, dinding, dll)
  • Tidak mengganggu / mengancam / mengintimidasi siswa lain
  • Tidak terlibat tawuran / perkelahian dengan siswa lain ataupun sekolah lain
  • Tidak melompat pagar sekolah
  • Tidak memalsu tanda tangan orang lain / membuat surat ijin palsu
  • Tidak merokok
  • Tidak membawa / menggunakan handphone (HP) ke sekolah selama kegiatan belajar mengajar
  • Tidak berperilaku asusila / berpacaran / bertutur kata jorok
  • Tidak berzina dan atau hamil
  • Tidak membawa senjata tajam dan sejenisnya yang tidak berkaitan dengan pembelajaran
  • Tidak membawa / menggunakan / mengedarkan narkoba, miras, atau karya pornografi
  • Tidak berjudi
  • Tidak mencuri / mengambil barang orang lain
  • Tidak terlibat tindak kriminal lain

4. SANKSI DAN PEMBINAAN

1. Siswa yang terbukti melanggang tata tertib sekolah akan mendapat teguran, peringatan, dan pembinaan

2. Siswa yang berulang kali melanggar tata tertib sekolah setelah mendapat teguran, peringatan, dan pembinaan akan dilakukan pemanggilan orang tua / wali murid untuk  korfirmasi, kesepakatan pembinaan.

3. Siswa yang secara nyata tetap melanggar dan peraturan sekolah, setelah dilakukan pemanggilan orang tua / wali murid sesuai kesepakatan akan dikembalikan ke orang tua / wali murid.

JANJI SISWA

  1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Menghormati orang tua, guru dan sesama siswa
  3. Mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah
  4. Menjaga nama baik keluarga dan sekolah
  5. Mengembangkan bakat, minat, dan prestasi belajar

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

No Pertanyaan Jawaban
1 Apakah kalian sebagai peserta didik SMP Negeri 1 pagak sanggung untuk mentaati seluruh tata tertib sekolah ?  
2 Sebutkan 3 hal yang dapat membuat siswa terlambat masuk sekolah dan bagaimanakah solusinya ?            
3 Apabila ada teman kalian yang mengajak untuk melakukan suatu tindakan yang sekiranya melanggar tata tertib sekolah, tindakan apakah yang akan kalian lakukan ?  
4 Apakah bunyi peraturan sekolah nomor 11 (sebelas)  
5 Apabila siswa baru melakukan pelanggaran, maka pihak sekolah akan memberikan sanksi berupa teguran, peringatan, dan pembinaan. Akan tetapi di kemudian hari siswa tersebut ternyata melakukan pelanggaran lagi, maka sanksi apakah yang akan diterima oleh siswa tersebut ?  

TATA KRAMA PERGAULAN DI SEKOLAH

Kami akan berbagi tentang PENGENALAN TATA KRAMA DI LINGKUNGAN SEKOLAH, tapi apakah kalian tahu apa itu Tata Krama?  Tata Krama itu Sopan Santun, di sini tata krama dibagi menjadi 3 yaitu: tata krama bergaul (dengan guru dan teman), Tata Krama Berpakaian dan Berhias, dan Tata Krama Belajar. baik akan dijelaskan satu-persatu di bawah ini :

TATA KRAMA BERGAUL

  1. Bergaul dengan Guru

Guru adalah orang dewasa, baik dewasa umur maupun pikiran. Oleh karena itu, para siswa bila bergaul dengan para guru/staf  tata usaha, hendaknya selalu mengingat aturan bergaul dengan orang dewasa, antara lain:

  1. Berbicara sopan di hadapan guru, antara lain suara tidak melebihi dari suara guru
    1. Mengucapkan salam bila bertemu dengan guru
    1. Tidak memotong pembicaraan guru dan bila terpaksa maka harus minta maaf terlebih dahulu
    1. Tidak memanggil atau meminta sesuatu pada guru dari arah belakang atau jarak yang jauh, melainkan  mendekati guru dari depan atau samping
    1. Tidak lewat atau lari di depan guru yang sedang duduk, kecuali terpaksa dengan minta ijin dulu
    1. Tidak boleh menyapa guru dengan sapaan yang tidak sopan seperti mengucapkan “Hallo Pak/Hallo Bu !” atau mengucapkan “Hallo Bos” dan sebagainya..
    1. Bila dipanggil oleh guru maka harus segera menyahut dan mendatangi guru serta segera melaksanakan perintahnya
    1. Tidak boleh memasuki ruang guru atau berkerumun di depan meja guru kecuali di panggil atau ada urusan penting
    1. Tidak boleh mengambil barang di ruang guru tanpa ijin guru
    1. Tidak boleh merendahkan dan mengucapkan kata-kata kotor dihadapan guru
    1. Tidak boleh membantah atau menentang guru secara emosional
    1. Tidak boleh meludah, buang gas di depan guru
    1. Tidak menjelek-jelekan guru di hadapan orangtua, masyarakat atau lainnya
    1. Berjabat tangan bila bertemu
  • Bergaul Dengan Sesama Siswa
  1. Menghormati kakak kelas dan  menyayangi adik kelas
    1. Saling menjaga perasaan dengan  tidak mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan teman, baik secara lisan maupun  tulisan
    1. Saling menolong dan membantu kesulitan sesama teman
    1. Tenang atau tidak ribut di samping teman yang sedang belajar
    1. Senantiasa bersalaman bila bertemu dengan teman
    1. Tidak boleh mengambil sesuatu milik teman kecuali atas ijin teman
    1. Tidak boleh mengganggu atau menyakiti sesama teman
    1. Tidak boleh bermusuhan atau putus hubungan dengan sesama teman
    1. Tidak berburuk sangka terhadap teman
    1. Mengingatkan teman yang berprilaku tidak sopan terhadap guru atau melanggar tata tertib sekolah
    1. Tidak menyebarkan rahasia atau aib teman kepada orang lain
  • Tata Krama Berpakaian dan Berhias  :Berpakaian seragam sekolah sesuai dengan aturan sekolah yang berlakuMenjaga aurat terhadap guru atau sesama siswaSiswa tidak boleh memakai perhiasan emas bagi perempuan, dan bagi laki-laki tidak boleh memakai gelang, cincin dan antingSiswa tidak boleh bersolek, berdandan atau memakai parfum yang berlebihanSiswa tidak boleh memakai tato (tato permanen/ tato-tatoan)Siswa tidak boleh menulisi, mencoreti atau mewarnai pakaiannya, meja, kursi dan bangunan sekolahSiswa tidak boleh memakai baju olahraga selain jam belajarnya
  • Tata Krama Belajar :Membenahi kelas sebelum guru masuk, antara lain menyapu, merapikan tempat duduk, menyiapkan perlengkapan menulis dan lap papan tulisHadir di kelas pada waktunya, bila terlambat maka ucapkan salam lalu menyampaikan alasan keterlambatan kepada guruTidak ribut atau berisik dan membuat gaduh saat jam belajarMeminta ijin kalau hendak keluar pada saat jam pelajaran berlangsung pada guru yang mengajarTidak menentang pendapat guru secara emosionalDiam memperhatikaan saat guru berbicaraPada permulaan pelajaran pertama dan sesudah pelajaran berakhir para peserta didik berdo’aSelama jam sekolah, siswa wajib berada di sekolah dan tidak boleh meninggalkan sekolah, kecuali dengan guru piketPada waktu guru terlambat masuk kelas, maka ketua atau wakil kelas wajib menghubungi guru yang bersangkutan untuk megingatkannyaBagi siswa yang tidak masuk sekolah, harus ada surat ijin atau pemberitahuan secara tertulis dari orang tua atau waliTidak memilih-milih atau membeda-bedakan guru dalam menghormati, mentaati, dan mengikuti pelajarannya

Akibat Melanggar Tata Krama
Siswa yang tidak mentaati tata krama  kadang dianggap kurang ajar atau tidak sopan, maka sanksi yang akan diberikan antara lain:

  • Peringatan  secara lisan (teguran)
  • Peringatan secara tertulis atau membuat perjanjian dengan tembusankepada orang tua / wali peserta didik 
  • Panggilan orang tua 
  •  Tidak boleh mengikuti pelajaran sementara waktu (skorsing) 
  •  Dikembalikan kepada orangtua atau wali (dikeluarkan dari sekolah)

TATA TERTIB SISWA SMP NEGERI 1 PAGAK

TAHUN PELAJARAN 2020-2021

————————————————————————————————————-

  1. HAK SISWA

Setiap siswa SMP Negeri  1 Pagak berhak mendapatkan pelayanan administrasi dan pelayanan pembelajaran yang layak dari  sekolah

  • KEWAJIBAN SISWA

Setiap siswa SMP Negeri  1 Pagak berkewajiban mentaati setiap peraturan yang menjadi ketentuan sekolah

  • PERATURAN SEKOLAH

Dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif demi terlaksananya pendidikan yang optimal, setiap siswa wajib berperilaku yang baik selaras dengan norma agama dan norma sosial kemasyarakatan, antara lain sebagai berikut :

  1. Membawa buku dan peralatan belajar sesuai jadwal pelajaran yang berlaku
  2. Mengikuti  pelajaran sesuai jadwal
  3. Mengerjakan setiap tugas yang diberikan guru
  4. Mengikuti  upacara bendera sesuai ketentuan sekolah
  5. Menggunakan seragam sesuai ketentuan sekolah
  6. Berperilaku sopan kepada setiap warga sekolah
  7. Datang ke sekolah tepat waktu sesuai ketentuan ( tidak terlambat )
  8. Masuk sekolah sesuai ketentuan sekolah
  9. Tidak keluar lingkungan sekolah saat istirahat  tanpa ijin
  10. Tidak pulang sebelum waktunya / meninggalkan sekolah tanpa ijin
  11. Berpenampilan baik ( berseragam lengkap dan rapi, rambut dipotong rapi, kuku tidak panjang, tidak bertato, tidak bertindik bagi laki-laki, tidak bermake-up yang berlebihan bagi perempuan, tidak memakai perhiasan )
  12. Tidak melakukan kegiatan yang merugikan siswa lain
  13. Tidak membuat gaduh / mengganggu ketenangan kegiatan belajar mengajar
  14. Tidak mencoret-coret / merusak sarana dan prasarana sekolah ( meja, kursi, dinding dll )
  15. Tidak mengganggu / mengancam / mengintimidasi siswa lain
  16. Tidak terlibat tawuran / perkelahian dengan siswa lain atau siswa sekolah lain
  17. Tidak melompat pagar sekolah
  18. Tidak memalsu tanda tangan orang lain / membuat surat ijin palsu
  19. Tidak merokok / merokok di area sekolah
  20. Tidak membawa / menggunakan handpone (HP) ke sekolah selama kegiatan belajar mengajar.

Apabila siswa berkepentingan menghubungi orangtua, siswa dapat menggunakan fasilitas sekolah

  • Tidak berperilaku asusila / berpacaran / bertutur kata jorok
  • Tidak melakukan perbuatan zina, pornoaksi dan pelecehan seksual
  • Tidak membawa senjata tajam dan sejenisnya yang tidak berkaitan dengan pembelajaran
  • Tidak membawa / menggunakan / mengedarkan narkoba dan obat terlarang sejenisnya, miras dan karya pornografi
  • Tidak berjudi atau beraktivitas yang dianggap judi di area sekolah
  • Tidak melakukan atau terlibat tindak kriminal
  • Tidak mencuri / mengambil barang milik orang lain tanpa ijin

KETENTUAN BERSERAGAM SEKOLAH :

NO HARI ATAS BAWAH KETERANGAN
1 SENIN PUTIH PUTIH BAJU BERATRIBUT, BERDASI
2 SELASA-RABU PUTIH BIRU BAJU BERATRIBUT, BERDASI
3 KAMIS BATIK WARNA STELAN
4 JUM’AT-SABTU COKLAT PRAMUKA COKLAT TUA PRAMUKA BERHASDUK

SUMBER :

MATERI MPLS / SMP NEGERI 1 PAGAK / 2020-2021

TUGAS/ TAGIHAN MATERI TATA KRAMA PERGAULAN DI SEKOLAH:

Cari dan salin di kertas folio bergaris tata krama tentang

  1. berbicara dengan orang tua
  2. berbicara dengan guru
  3. berbicara dengan teman sebaya

PEMILIHAN KETUA OSIS SMPN 1 PAGAK TAHUN 2019/2020

PILKETOS SMPN 1 PAGAK

                Jum’at  4 Oktober 2019 SMPN 1 Pagak menggelar  acara Pemilihan Ketua Osis (PILKETOS) sebagai implementasi belajar demokrasi.  Sejak 2 tahun terakhir PILKETOS dilakukan “lebih resmi”. Setting dibuat menyerupai TPS pada umumnya lengkap dengan SATGAS di pintu masuk  (merupakan  anggota DKG), surat suara, daftar hadir pemilih, kotak suara hingga tinta untuk pemilih yang sudah memberikan suaranya.

            Ada 3 pasangan calon ketua OSIS periode 2019/2020 yaitu pasangan no. 1 adalah Putri Dwi Arianti (8G) dan Gatayu Gagat Enjang (8A) , pasangan no.2 adalah Firman Ridho Saputra (8c) dan Atharafi Surya Affandi (8F), sedangkan pasangan no.3 adalah Fatma Laura Wahyu P (8A) dan Adhe Fadhillah Achsan (7E). Mengusung tema  “Jenang  Jadah Gula Jawa, Menang Kalah Ati Legawa” diharapkan bagi calon ketua OSIS yang kalah dalam pemilihan dapat menerima hasil pemilihan dengan hati lapang.

            Terlaksanya Pilketos tidak lepas dari kerja keras para peserta didik yang tergabung dalam MPK (Majelis Perwakilan Kelas) di bawah bimbingan Bapak Sigit Winardi selaku pembina OSIS. Mengenakan pakaian tradisional  Jawa para anggota sangat bersemangat dalam mengawal kegiatan hingga selesai.  Para peserta didik mulai kelas 7A hingga 9H juga sangat antusias  dalam memberikan hak suaranya.

            Perhitungan suara dilakukan secara langsung setelah semua peserta didik memberikan hak suaranya dengan disaksikan oleh para saksi. Setelah proses perhitungan suara selesai, diumumkan pemilihan ketua OSIS periode 2019/2020 dimenangkan oleh pasangan no.2 yaitu Firman Ridho Saputra dan Atharafi Surya Affandi. i