RAMADHAN TIBA, KESEDIHAN SIRNA

Badai Pasti Kan Berlalu

Secercah harapan di tengah ujian yang melanda itu datang. Dialah Ramadhan, bulan suci yang sekian lama dinantikan. Ketika Tuhan akan menghapus dosa, ketika pahala dilipatgandakan, ketika doa dikabulkan.

ketika Tes Kejujuran

Mengikuti anjuran pemerintah dan mengikuti perkembangan yang ada, SMP Negeri 1 Pagak mengikuti riak irama. Membalut kesedihan dengan tetap melaksanakan tugas meski harus tidak saling tatap muka. Membayar rindu untuk saling jumpa dengan meneguhkan hati mengikuti petuah para ahli, himbauan dan anjuran dari Pusat hingga Daerah dengan tetap bekerja dan belajar dari rumah.

Sejak tanggal 16 Maret 2020 hingga nanti 2 Juni 2020, kami taat dan memberi contoh bagi masyarakat untuk di rumah saja, nang hamur ea. Semua siswa belajar dari rumah, belajar jarak jauh berbasis internet, WA dengan senjata utama HP-android. Adapun modalnya adalah paket data dan ketekunan untuk mengikuti arahan, bimbingan dan instruksi Bapak – Ibu Guru. Semua siswa harus rela berpisah dengan teman-temannya. Semua siswa belajar dari rumah, bersama adik, kakak, Ayah-Ibu, Pak Lik/Bu Lik, Kakek-Nenek dan siapapun anggota keluarga yang tinggal satu rumah. karena sekali lagi semua tidak boleh keluar rumah bila tanpa kepentingan, semua di rumah saja!

Tiada terasa semua telah dilalui. Bahkan kelas 9 ditiadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun dengan semangat dan kebersamaan, kelas 9 tetap melaksanakan Ujian Sekolah dengan pola Daring, dalam jaringan. Internet memungkinkan hal tersebut dapat dilaksanakan. Didukung oleh partisipasi siswa dan orang tua, serta kesiapan sumber daya manusia -Staf Kurikulum bersama Bapak Ibu Guru semua.

gambar diambil 3 hari sebelum WFH

Mengambil Hikmah

Ada banyak hikmah dalam keprihatinan ini. Manusia harus mengikuti kurikulum semesta dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Beberapa hal positif yang bisa diambil adalah :

a. manusia kian mendekat kepada Tuhan, Manusia merasa, bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Tuhanlah Yang Maha Berkehendak. Tiada lain dan tiada bukan, manusia harus meyakini, menyadari dan mengikuti KehendakNYA.

b. Rasa kekeluargaan, semangat gotong royong semakin meningkat. Baik pihak sekolah, orang tua, komite, dan peserta didik menjadi sadar fungsi dan perannya. Bahwa semua saling berhubungan, semua saling berkaitan, Dengan berjalan bersama, merasa sebagai sebuah keluarga, saling membantu dan bergotong royong, kita bisa menghadapi cobaan dan tantangan yang ada,

c. Kesadaran pentingnya teknologi, pentingnya belajar, pentingnya berperilaku baik dan bijaksana terhadap teknologi. Peserta didik kian menyadari dan merasakan betapa HP-android adalah sebuah penemuan yang sangat bermanfaat. Sangat membantu dan menjadi penopang belajar. HP-android membuktikan janjinya sebagai alat untuk mempermudah, mempersingkat, dan melancarkan segala urusan. Guru, Orang Tua, Siswa semua lebih berhati-hati dan bijaksana memanfaatkan kemajuan teknologi. Bagaikan sebuah pedang, maka di tangan satria dia akan ikut berjuang dan berjasa. Tetapi di tangan orang jahat, HP-android; teknologi akan mendatangkan keburukan dan marabahaya.

Marhabban Yaa Ramadhan

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona Rabu (22/4/2020) sejumlah 7.418 kasus. Sebanyak 635 orang di antaranya meninggal dunia dan 913 orang dinyatakan sembuh. Mudah-mudahan selalu ada kabar baik, dan baik di setiap detik, menit dan hari. Pulih dan sembuhlah Indonesiaku. Demikianlah doa dan harapan disampaikan. Semoga Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang menarik pasukan Covid19, menjadikan dunia dengan keadaan yang lebih baik dan sejahtera. Ketika itulah harapan kian membesar di dada. Ketika bulan suci datang semakin bersemangat doa dan sholawat dilantunkan. damailah bumiku, hilanglah balak bencana, penyakit ini, kembali karena perkenanMU.

berjemur sebelum senam, jaga jarak !

Harapan baru itu haruslah menjadikan kita lebih bersemangat untuk menghadapi Covid 19. Lebih bersemangat menjalani hidup, melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah terpasang di pundak kita. Sulit bukan berarti tidak mungkin. Rumit bukan berarti tidak bisa. Dengan semangat Ramadhan, kita songsong harapan baru secara nyata. Marhabban Yaa Ramadhan, mudah-mudahan kita bisa melaksanakan perintahNYA, melaksanakan ibadah puasa di bulan suci, sesuai syariat yang telah ditetapkanNYA. Mudah-mudahan diteria amal ibadah kita, dan disembuhkan negara kita, disehatkan keluarga besar SMP Negeri 1 Pagak, tercinta.